Wednesday, November 16, 2011

Mutu Pendidikan Tergantung Ketersediaan Anggaran

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Syahril Pasaribu mengatakan, perguruan tinggi harus menyediakan fasilitas, sarana, dan prasarana yang memadai, meningkatkan mutu tenaga pendidik (guru dan dosen), serta memberikan rangsangan kepada para generasi muda Indonesia untuk menumbuhkan minat dan bakat berwirausaha (enterpreneurship) melalui pendidikan keterampilan kewirausahaan. Untuk itu, dibutuhkan ketersediaan dan kecukupan anggaran. Hal itu, menurut Syahril, akan turut mendukung penciptaan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas.
Saat ini, kata dia, lulusan perguruan tinggi kerap dinilai tak siap terjun di dunia kerja. Oleh karena itu, institusi pendidikan di Indonesia, baik negeri maupun swasta harus menumbuhkan berbagai kegiatan kewirausahaan.
"Ini sangat penting. Karena bagaimana pun, tamatan institusi tidak hanya akan duduk menjadi pegawai negeri atau duduk di belakang meja, tetapi juga harus menciptakan lapangan kerja sendiri guna membantu kemajuan bangsa ini," kata Syahril, menjelang pembukaan European Higher Education Fair (EHEF), di Grand Aston City Hall Hotel, Medan, Selasa (15/11/2011).
Selain itu, kata dia, hal lain yang perlu diperhatikan guna menciptakan lulusan yang siap kerja adalah peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidiknya. Semuanya bisa diwujudkan jika anggaran yang tersedia mencukupi untuk penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, untuk meningkatkan mutu pendidikan,  memberikan kesempatan beasiswa kepada tenaga pendidik menjadi sangat penting sekali. Syahril menilai, kesempatan itu hanya dapat diberikan jika nilai anggaran yang disediakan untuk pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat lebih dialokasikan untuk peningkatan mutu pendidikan.
"Karena dari 20 persen anggaran pendidikan dalam APBN, 70 persennya digunakan untuk menggaji tenaga pendidik, dan hanya 30 persen yang dialokasikan untuk peningkatan mutu. Itulah mengapa kita harap nilai itu bisa ditingkatkan lagi," katanya.
Ia menjelaskan, dengan adanya anggaran yang lebih besar maka Indonesia akan dapat segera menyelesaikan permasalahan pendidikan, khususnya hal yang terkait dengan keterbatasan fasilitas. Saat ini, masih banyak universitas-universitas atau program studi tertentu tidak memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai.
"Setelah itu barulah kita harus meningkatkan mutu tenaga pendidiknya, karena bagaimana mau meningkatkan mutu pendidikan jika mutu pendidiknya pas-pasan, tentu hasilnya tidak ada," kata Syahril.
sumber:kompas.com

0 comments

Post a Comment

Paling Dilihat