Tuesday, November 15, 2011

Teliti Asal Usul Komodo di TSI Bali

- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu membentuk tim untuk meneliti asal usul empat ekor komodo yang saat ini berada di Taman Safari Indonesia (TSI) Bali, yang dilaporkan berasal dari TSI Prigen Surabaya.
     
Penelitian ini untuk mengetahui secara persis apakah empat ekor komodo itu benar berasal dari TSI Prigen Surabaya. "Jangan sampai diselundupkan dari Taman Nasional Komodo (TNK)," kata anggota DPRD NTT asal daerah pemilihan Manggarai, Yohanes Sehandi, di Kupang, Senin (10/8) terkait empat ekor Komodo di TSI Bali.
     
Menurut dia, binatang langka itu tidak bisa berkembang biak di luar habitatnya di Pulau Komodo, ujung barat Pulau Flores. "Saya tidak yakin kalau empat komodo di Taman Safari Indonesia Bali saat ini berasal dari TSI Prigen Surabaya, karena komodo tidak bisa  berkembang biak di luar habitatnya di Pulau Komodo," kata Yohenas Sehandi.
     
Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Departemen Kehutanan Masyhud menjelaskan empat ekor komodo yang terdiri dari dua jantan dan dua betina di Taman Safari Indonesia (TSI) Bali bukan pindahan dari Flores.
     
Komodo itu mutasi/pemindahan dari TSI Prigen Surabaya yang dilengkapi dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi Dalam Negeri (SATS-DN) yang diterbitkan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur tanggal 3 September 2008 dan sertifikat kesehatan satwa yang diterbitkan oleh Badan Karantina Pertanian, Departemen Pertanian.   
     
Tujuan dari pemindahan empat ekor komodo dari TSI Prigen ke TSI Bali semata mata untuk kepentingan penangkaran. TSI Bali dinilai memiliki iklim dan suhu yang lebih hangat mirip dengan kondisi di Flores sehingga diharapkan proses penangkaran akan lebih cepat berhasil.
     
Menurut Sehandi, selama ini dia tidak pernah mendengar bahwa di TSI Prigen Surabaya terdapat binatang langka komodo. Keberadaan komodo di TSI Surabaya muncul setelah ada kontroversi tentang pemindahan komodo dari habitatnya ke Bali.
     
Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah dengan membentuk tim untuk meneliti asal usul empat ekor komodo itu di TSI Bali, katanya. 
     
Mengenai adanya surat resmi, dia mengatakan surat dan sertifikat itu bisa saja diterbitkan untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat memindahkan komodo ke Bali.  


sumber:kompas.com

0 comments

Post a Comment

Paling Dilihat